Jenis Jangkrik yang Paling Populer

Jenis Jangkrik – Pada zaman dahulu, hewan jangkrik dikenal sebagai serangga biasa yang tidak membawa keuntungan apapun, bahkan bisa dianggap sebagai hama. Tapi saat ini jangkrik sudah menjadi salah satu komoditas yang menguntungkan, bahkan keuntungan dari jangkrik ini bisa dibilang sangat banyak.

Kenapa jangkrik sangat dibutuhkan saat ini? Karena serangga yang satu ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan makanan pokok binatang peliharaan, misalnya saja seperti burung, sugar glider, musang, ikan arwana, dan lain sebagainya.

Karena manfaat yang dimiliki jangkrik sangat banyak dan permintaan pasar yang tinggi, maka siapapun yang ingin menekuni usaha ternak jangkrik bisa sukses serta meraup keuntungan yang besar.

Nah pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai jenis-jenis jangkrip yang ada di dunia, simak ulasannya dibawah ini.

Jenis-Jenis Jangkrik Paling Populer

Berikut ini adalah beberapa jenis-jenis jangkrik paling populer yang kami kutip dari tipsbudidaya.com, antara lain.

1. Jangkrik Alam

Jenis jangkrik yang pertama adalah Jangkik alam/madu. Sesuai dengna namanya, jangkrik ini sering dijumpai di alam, terutama di tanah yang agak lembab seperti sawah, ladang, samping rawa dan lain sebagainya.

Di negara Indonesia sendiri jangrkik alam juga dibudidayakan. Hal tersebut dikarenakan jangkrik ini hanya membutuhkan waktu kurang lebih 28 hari saja bisa dipanen. Postur tubuh dair hewan ini bisa dibilang agak besar dan panjang, hal tersebutlah yang menjadikan hewan ini sangat cocok untuk pembudidayaan burung dan ikan.

Ciri-ciri dair jangkirk ini memiliki warna kekuningan serta sedikit abu-abu. Menurut klasifikasi ilmiah, jangkrik ini disebut Acheta Domesticus. Tapi jika di Indonesia, jangkik ini disebut Jangkrik karet, alas, dan lain sebagainya.

Jika pada pertengahan musim hukan, biasanya jangrkik jantan akan emngeluarkan suara khas untuk menarik jangrkik betina. Nah pada musim ini banyak terjadi perkawinan, bahkan satu ekor induk jangkrik bisa menghasilkan 100 an butir telur.

2. Jangkrik Jaliteng

Menurut klasifikasi ilmiah, jangkrik ini disebut Gryllus bimaculatus. Habitat dari jangrkik ini adalah tempat lembab seperti sawah dan ladang. Jangkrik ini mempunyai ciri khusus berwarna hitam legam mengkilat dan terdapat sedikit warna kuning pada bagian ujung sayap atasnya. Tapi jika pada betina, ada sedikit kuning kecoklatan pada ujung kakinya.

Karakter dari jangkrik ini sangat pemberani dan tidak mudah stres, mudah dipelihara, serta suaranya yang sangat nyaring. Sehingga tidak jarang yang memanfaatkan jangkrik ini sebagai jangkrik aduan.

Saat musim kawin, jangkrik jantan dari jenis ini akan mengeluarkan suara untuk menarik perhatian betina. Selain itu jangrkik ini juga mempunyai kebiasaan terbang mendekati cahaya lampu saat malam hari. Untuk membudidayakan jangrkik ini juga sangat mudah, karena jangrkik ini bisa dengan mudah menyesuaikan lingkungan.